RILISJATENG.COM – Kementerian Agama akan membentuk Majelis Kode Etik Dewan Hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembentukan majelis tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional sebagai upaya memperkuat kualitas perakiman atau penjurian.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi dalam Rapat Kesiapan MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Rapat membahas koordinasi persiapan antara panitia pusat dan panitia daerah menjelang pelaksanaan MTQ pada 11–20 September 2026.
Muchlis mengatakan, pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim merupakan langkah untuk menjaga profesionalisme, integritas, dan kualitas penjurian selama pelaksanaan MTQ.
“Meningkatkan kualitas perhakiman, kita akan melaunching dan membentuk Majelis Kode Etik Dewan Hakim. Mudah-mudahan saat penyelenggaraan MTQ bisa dilantik di sini,” ujar Muchlis di Semarang, Kamis (6/8/2026).
Selain pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim, Kementerian Agama juga akan mengeksibisikan cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) untuk pertama kalinya pada MTQ Nasional. Menurut Muchlis, eksibisi tersebut dilatarbelakangi tingginya antusiasme masyarakat setelah peluncuran Al-Qur’an Bahasa Isyarat.
Muchlis turut mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Ia memastikan sejumlah aspek yang menjadi tanggung jawab panitia pusat, seperti penyiapan dewan hakim dan registrasi peserta, terus dimatangkan bersamaan dengan persiapan di daerah.
Ia juga mendorong penyelenggaraan kegiatan pendukung, seperti seminar internasional, agar pelaksanaan MTQ semakin semarak sesuai arahan Menteri Agama.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno memastikan seluruh venue, sarana dan prasarana, akomodasi, transportasi, hingga fasilitas pendukung telah dipersiapkan untuk menyambut kafilah dari seluruh provinsi.
“Kami memastikan semua venue dan kesiapan menyambut kafilah dari seluruh provinsi, termasuk memastikan sarana, prasarana, akomodasi, dan transportasi. Bahkan fasilitas air juga harus diperhatikan. Kami siap menyambut kafilah dari seluruh Indonesia,” kata Sumarno.
Rapat dihadiri Asisten Pemerintahan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Panitia, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Pengurus LPTQ Jawa Tengah, serta jajaran organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.






