RILISJATENG.COM – Ada pemandangan yang berbeda di Plaza Kuningan, Jakarta. Tanpa sekat meja birokrasi atau kaku ruang rapat, para pimpinan dan pegawai Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melebur dalam gelak tawa dan semangat kompetisi.
Merayakan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” KLH/BPLH memilih untuk menerjemahkan makna kemerdekaan secara lebih membumi: lewat kebersamaan, keringat, dan kerja tim yang solid.
Bagi Kepala Biro Umum KLH/BPLH, Sasmita Nugroho, kemerdekaan bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah amanah pengabdian. “Kemerdekaan merupakan sebuah amanah yang harus kita isi dengan kerja nyata, pengabdian dengan semangat gotong royong,” ujar Sasmita saat membuka acara.
Semangat gotong royong itu langsung diuji di lapangan lewat deretan perlombaan seru yang menuntut kekompakan penuh. Hari ini, Plaza Kuningan riuh dengan gelak tawa tatkala peserta mengikuti lomba senam Poco-Poco yang menuntut keselarasan gerak, keseruan estafet sarung, kelucuan dalam tebak gaya, tantangan baris-berbaris dengan mata tertutup, hingga serunya barisan kereta balon yang menguji kepercayaan antar-rekan setim.
Ada aturan unik yang membuat perlombaan ini terasa spesial: dalam senam Poco-Poco, kehadiran dan keterlibatan aktif pimpinan di dalam kelompok menjadi salah satu poin penilaian utama. Hasilnya, cair sudah jarak antara atasan dan bawahan. Semua bahu-membahu menyamakan langkah demi tim terbaik.
Kemeriahan ini tak berhenti sesaat. Rangkaian perayaan berlanjut dengan agenda yang tak kalah semarak. Para suporter pun turut ambil bagian, bersorak memberi dukungan dengan tetap menjaga ketertiban.
Pada akhirnya, riuh rendah dan keseruan perlombaan ini memiliki makna yang jauh lebih besar. Gotong royong yang terbangun saat menjaga keseimbangan kereta balon atau meraba arah dalam baris berbaris tutup mata adalah refleksi dari semangat yang sama yang harus dibawa kembali ke meja kerja.
Sebab, membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar di atas kertas, melainkan dari solidnya kerja sama dan energi positif orang-orang di dalamnya yang saling mendukung untuk memberikan pengabdian terbaik bagi negeri.






